Description
Demensia dapat terjadi pada semua orang di semua usia dari mulai kecelakaan, penyakit dan faktor genetik, meskipun yang paling sering berhubungan adalah faktor usia, pada Lansia yang menderita demensia sering mengalami gangguan kualitas tidur. hasil dari beberapa penelitian menunjukan adanya manfaat terapi musik dan terapi warna sebagai terapi komplementer dalam mengatasi masalah kualitas tidur tersebut. penelitian ini dilaksanakan di PSTW Minaula Kendari dengan mengunakan quasi experiment dengan rancangan“Pretest-Posttest with Control Group Designâ€. Sampel diambil secara Purposive sampling. besar sampel 30 responden terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol. terapi musik dan warna dilakukan pada kelompok intervensi selama 3 hari berturut turut dan dilakukan pengukuran kualitas tidur mengunakan intrumen PSQI secara pre dan post. Hasil uji t berpasangan kelompok intervensi menunjukan nilai t hitung > t tabe, dengan p=0,000. pada kelompok kontrol diperoleh nilai t hitung< t tabel, p=0,005, hasil didapatkan pengaruh yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p < 0,005. rata-rata kualitas tidur hasil PSQI kelompok intervensi menunjukan penurunan setelah terapi, sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukan perubahan yang bermakna. Manfaat penelitian ini bahwa terapi musik dan warna dapat dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan terutama penerapan terapi komplementer pada lansia dalam manajemen tidur dan sebagai masukan dalam pengembangan metode distraksi yang lebih efektif secara non-farmako